Rabu, 02 April 2014

Pelayanan PMK : Mengikuti Tradisi atau Melawan Zaman ?

Segala puji syukur kepada Allah, Bapa yang mengasihi anak-anak-Nya. Tulisan ini saya buat bukan untuk pamer pengetahuan atau pemahaman saya tentang pelayanan mahasiswa, tapi saya menuliskannya karena kerinduan saya agar PMK kampus (khususnya PMK FKM Unhas tercinta.. hehehe) dapat mengalami sebuah perubahan yang lebih baik dan tidak mengalami stagnasi dalam pelayanan.
Perkembangan zaman saat ini bukan hanya membawa dampak positif namun juga dampak negatif. Tantangan dan kesulitan akibat dari perkembangan itu seringkali membuat orang tidak lagi bisa mempertahankan hidupya. Dan jika kita menyadarinya, maka hal ini bukan hanya dihadapi oleh orang-orang dunia tetapi juga anak-anak Tuhan. Bagi para mahasiswa Kristen, dunia bukan hanya tempat di mana mereka berada sekarang tapi dunia juga merupakan godaan dan ancaman bagi iman mereka. Dunia semakin mempercantik diri dengan menawarkan kenikmatan dan kepuasaan yang terlihat menyenangkan tapi ternyata pada akhirnya hanya semu. Miras, narkoba, free sex, dan segala bentuk hedonisme adalah bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi daya tarik bagi jiwa muda mahasiswa. Sementara kehidupan di luar yang penuh dengan tantangan dan godaan, kehidupan mahasiswa Kristen di kampus disadari atau tidak masih kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi semua itu. Persekutuan  Mahasiwa Kristen (PMK) di kampus hanya sebagai tempat untuk berkumpulnya sebagian orang yang butuh teman dan juga mungkin supaya terlihat lebih rohani (Jujur saya pribadi ketika menjadi panitia dan pengurus dalam PMK, saya berpikir seperti itu juga). Sepertinya PMK hadir supaya orang lain dapat melihat bahwa mahasiswa Kristen pun punya kegiatan yang tidak kalah dengan kegiatan kampus yang lain, kegiatan-kegiatan besar diadakan (Bina Kasih, Natal, Ret-Ret Paskah, dsb) menjadi orientasi program pelayanan mahasiswa Kristen di kampus tanpa tahu tujuan yang sebenarnya ingin dicapai. Pada akhirnya, mahasiswa Kristen di kampus tetap hidup sama dengan mahaiswa yang lain, tidak menjadi garam atau terang bagi kampus dan lingkungan di mana mereka berada. Bahkan kita tidak pernah memikirkan bagaimana mempersiapkan mahasiswa Kristen untuk menghadapi dunia ketika mereka keluar dari kampus.  Oleh karena itu, PMK seharusnya mampu membuat program pembinaan atau pelayanan yang sesuai dengan kondisi zaman saat ini, agar setiap mahasiswa Kristen mampu untuk melawan dan bertahan terhadap tantangan dan godaan dunia.
Sejauh yang saya perhatikan selama saya menjadi anggota PMK, sampai sekarang program pembinaan/pelayanan yang dikerjakan cenderung sama dengan program-program yang ada sebelumnya (tradisi). Artinya, dari tahun ke tahun setiap pengurus hanya mengikuti program yang sudah ada, tanpa melihat kebutuhan yang sebenarnya diperlukan oleh mahasiswa Kristen. Semua kegiatan dan program yang dibuat oleh PMK memang harus mengacu pada visi misi PMK. Meskipun program yang selama ini ada sudah sesuai dengan visi misi PMK, akan tetapi kita perlu melakukan pembaruan agar program yang dibuat dapat sesuai dengan kebutuhan setiap anggota. Ketika program tidak sesuai dengan kondisi atau kebutuhan, saya percaya yang terjadi bukanlah sebuah kemajuan tetapi sebuah stagnasi atau bahkan kemunduran. Hal lain yang hampir selalu terjadi dalam setiap program adalah pengurus cenderung melihat keberhasilan program dari kuantitas dan bukan kualitas.
Di akhir tulisan ini, saya mau menunjukkan hasil survei saya (bukan surveinya Cak' Lontong. hehehe) yang menunjukkan bahwa ada 4 tipe mahasiswa Kristen di dalam kampus , yaitu :
  1. Kelompok mahasiswa Kristen yang mau ikut atau aktif penuh di PMK.
  2. Kelompok mahasiswa Kristen yang lebih memilih aktif di gereja atau di organisasi lain.
  3. Kelompok mahasiswa Kristen yang anti / menjauh dari PMK akibat sebelumnya ada kekecewaan.
  4. Kelompok mahasiswa Kristen yang menganggap PMK tidak bermanfaat, atau berpikir bahwa PMK akan mengganggu kuliah. 
Setelah melihat 4 tipe di atas, maka pengurus perlu memikirkan dan membuat program yang efektif untuk dapat menjangkau setiap tipe-tipe mahasiswa di atas, khususnya untuk tipe ke 3 dan ke 4. Setiap pengurus PMK harus bisa peka terhadap kondisi setiap anggotanya, sehingga apa yang menjadi kebutuhan mereka dapat dipenuhi dari setiap program yang dibuat (Filipi 2:3b-4).   Soli deo Gloria  :)




Daftar Pustaka:
Konsistensi dalam Pelayanan, 2011, Perkantas Jatim.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar